Sejak sepekan silam beberapa rekan terus saja berdebat perihal sistem kerja yg tidak benar atas apa yang mereka kerjakan. Mungkin saja hal itu tidak akan terjadi , andai hasil yang mereka peroleh setimpal dengan kerja keras mereka. Untuk satu video klip berdurasi sekitar 4 menit saja, mereka membutuhkan satu hari penuh jam kerja belum lagi ribet masalah ijin lokasi dan cast pemain.
Berdasar pengalaman menanganai sebuah chart musik di televisi, aku akhirnya membandingkan proses kerja ketika aku membuat film drama sekitar 2002 silam. Lalu ketika menjadi floor director musical show dan berbagai jenis bagian lain yg sempat aku tangani. Dari semuanya (jujur) aku menghabiskan seluruh energi, waktu dan tenaga selama proses kerja itu berlangsung. Namun satu hal yang pasti ada kebanggaan yang tidak tergambarkan ketika mempelihatkan hasil kerja kita untuk di apresiasi.
Infotainment tentu saja tidak bisa disama ratakan. Meskipun secara dasar proses kerja di dalamnya tidak jauh berbeda dengan produksi diatas tadi. Hasil pengumpulan bahan untuk tugas akhirku memang tidak menyebutkan solusi akhir tentang bagaimana baiknya agar tayangan seperti ini bisa lebih tertata. Menjadi seorang jurnalis atau apapun jenis profesi lain,tentu saja bukanlah hal mudah. Intinya terletak pada tanggung jawab kita terhadap apa yang kita lakukan dan sudah kita sepakati. Hasil akhir yang baik diperoleh juga dari proses kerja yang sistematis dan tertata sedari awal. Meskipun tidak (atau belum) menemukan kepuasan seperti yang tersebut di alinea dua tadi. Setidaknya dengan menjalankan tanggung jawab secara penuh dari hati tentu saja bukanlah sesuatau yang sia- sia.
Hehe ternyata aku memang tidak pintar menulis dengan bahasa yang lugas dan dilematis...