
Di sini aku menatap kilaun cahaya, di kala gundah Dia menemani malam ku hingga warna jingga muncul tepat di keningku dan memaksa segera pulang, berlabu pada satu tempat yang sunyi tanpa sesiapa.
Di sini aku menatap kilauan cahaya, menantikan suara yang tak lagi aku nantikan. Bersama cahaya kuhapus nama demi nama, ku rentangkan perban lalu ku bebat luka nya.
Di sini aku menatap kilauan cahaya, merasakan perih saat senja membawa bayangan masa lalu. Cahaya pantulkan warnanya hingga mataku tak lagi berair.
Di sini aku menatap kilauan cahaya, menunggu waktu berputar dan menghela agar segera berkemas. Cepatlah bergegas!!!
Tapi aku tidak ingin pergi tanpa cahaya, aku terbuai hangatnya dan aku tidak mampu lagi menghapus nama demi nama yang tertinggal selagi kulewati waktu bersama kilaunya.