Isi otak manusia hakikatnya berbeda dengan otak hewan (binatang), tapi ada kalanya fungsi dasarnya tidak berbeda jauh. Perasaan bersaing dan tidak mau kalah merupakan sebagian kecil contohnya. Setiap manusia mempunyai isi otak yang beragam tergantung latar belakang dan berbagai atribut sosial lainnya yang membedakannya dengan otak yang dimiliki oleh hewan. Tuhan menciptakan isi otak hewan seragam dan sama persis tanpa beragam jenis rupa atau serba- serbi seperti manusia. Oleh karena manusia mempunyai kecenderungan untuk bersikap kompetitif dalam kondisi apapun, termasuk dengan keluarga sedarah (red: ini sepenuhnya teori saya pribadi).
Saya terkadang tidak habis pikir, apa yang membuat manusia mempunyai hasrat menyakiti sesama. Baik melalui perkataan, perbuatan ataupun prasangka yang membuat sesamanya merasakan sebuah rasa "ketidaknyamanan". Saya tidak pernah setuju dengan perang apapun alasannya, sebab membunuh jiwa tanpa kejelasan jelaslah bukan hak manusia. Belakangan justru saya melihat banyak penyiksaan menimpa anak di bawah umur dan hal itu dilakukan oleh orang dewasa (terkadang orang tua sendiri) yang nota bene mempunyai akal dan jiwa. Apa yang terlintas di benak mereka ketika menyaksikan ketidakberdayaan tersebut, sungguh tidak masuk akal.
Dalam keseharian, saya sendiri kerap menjadi korban dari perasaan jahat sesama saya. Meski merasa tidak nyaman saya mencoba bijak dan kembali menelaah keberadaan saya sebagai mahluk sosial dengan keberagaman cara pandang dan pola pikir di sekeliling saya. Kuncinya ada pada diri saya sendiri, bagaimana saya menset isi otak saya agar tetap pada lajurnya sebagai mahluk beradab.
Pictured by kekasihwaktu
