
Mencoba menikmati sepi tidaklah semudah yang terpikir,keberadaannya senantiasa terasa bahkan hingga jauh ke palung hati tapi permukaannya pun tak pernah bisa teraba oleh panca indra selain hati..
Kemuning senja tertindih datangnya malam sebelum indahnya memuaskan senyap, aku terlarung jauh ke pucuk nelangsa..menghujam ulu hati membentur cawan rindu yang mengendap terlalu lama..
Sebab kepergiannya kurelakan beratus depa menjauh dari jelaga senja, andai secangkir teh mampu membius.. lambungkanlah angan jiwa ke balik awan hingga perihnya tak lagi terciumi..
Menekur di bibir pantai berharap seketika kau datang melumat semua teka- teki menjawab semua tanya yang tak pernah terlontar dari lidahmu, atau mungkin waktu telah membekukan cinta.. entahlah ini menjadi tak lagi mudah..
Gadismu berbayang siluet menghadap senja beribu kali tebarkan wangi rupawan ala bidadari, sesudah itu pasir putih membingkai tungkainya membentuk sepasang jejak.. aku tak ingin terbawa bersamanya sebab langkah telanjang ini telah mendahului gadismu tanpa kau tahu..atau mungkin kau tak mau tahu!!!
Apa yang bisa terpetik jika daunnya pun telah mengering, kamboja itu wafat bersama gugusan bintang yang jatuh di tepi pembaringan.. Apa jadinya kalau rembulan saja tak berani muncul sebab bintang berpendar terlalu terang, tak akan lagi keindahan semolek senja yang menguning..
Dan aku terlambat, senja telah berlalu bersama bayang gadismu tempo hari..