
Pernah berantem dengan mba-mba pelayan toko lantaran plastik kresek?! ini dia pengalaman aseli saya :
Bukan niatan saya untuk 'latah' kampanye global warming atau sok kepedean dengan gerakan cinta lingkungan. tapi jujur kekhawatiran itu selalu terbersit di hati kecil saya ketika mulai menapaki hidup di Jakarta. Butuh waktu berbulan- bulan untuk percaya bahwa semua hal yang saya baca tentang polusi dan pencemaran dalam kadar tingkat tinggi adalah 'Nyata' dan itu terjadi di Jakarta, kota yang sedari dulu menjadi tumpuan harapan saya untuk mengadu nasib dan membaktikan ilmu.
Dan ketika rasa percaya ngga percaya itu semakin dalam saya renungi, saya berpendapat bahwa kita tidak bisa berharap orang lain menyelesaikan permasalahan ini. Kuncinya ada pada diri kita sendiri, apakah kita peduli dengan udara yang semakin pekat, seberapa peduli kita dengan nasib anak cucu kita di masa depan jika semakin hari sampah semakin menumpuk dan tidak satupun peduli akan hal itu?!!! puncaknya adalah musibah banjir hebat yang melanda jakarta beberapa waktu lalu, bencana alam kedua yang saya alami setelah gempa bumi mengambil sahabat, rekan dan keluarga saya di Jogja..
Sekarang saya mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan beralih menggunakan tas kain yang bisa dicuci dan digunakan berkali- kali. Namun usaha sepele yang saya lakukan ternyata tidak semudah perkiraan saya, bagaimana tidak. Untuk menolak kantong plastik saat berbelanja saya harus berjuang ekstra keras seperti ini:
- Bilang dengan baik dan sopan, "maaf mba ga usah pakai plastik" dilanjutkan dg tatapan mba- mba yang aneh dan heran di muka saya selama beberapa detik.
- Masih dg sopan bilang, "maaf mba jangan dibungkus ya soalnya saya bawa tas". lalu si mba bilang dg ngototnya , "maaf mba ini sudah standar pelayanan toko kami, setiap barang harus dibungkus rapi". sekali lagi saya bilang, "maaf mba, tapi saya ga butuh kantung plastik dan kertas itu mba". Si mba mulai kesel "saya bisa dimarahain atasan saya mba". setelah melalui acara ngotot dan debat kusir yang panjang berhasil juga saya pulang tanpa plastik...
- Ketika belanja di supermarket. "maaf mas belanjaannya di masukkan di tas ini saja (tas kain saya maksudnya)". Tanpa berdosa si mas panik dan ngubek2 komputer sembari nanya ke temen sebelahnya. "emang kita jual tas ginian yah". antara lucu dan kesel saya bilang "mas itu tas saya bawa sendiri tolong ga usah dikasih plastik yah". Si mas manggut- manggut tanda mengerti. Tapi tetep aja loh ketika sampai rumah saya masih menemukan kantong plastik..
Demikianlah, untuk memulai hal baik terkadang kita dihadapkan pada hal- hal buruk 