Forgiveness is our compassionate acceptance of reality, not the approval of how things should be or should not be. It is the gentle and profound surrendering of whatever should be happening in our lives, into accepting the perfection of what is now happening. (Reza Gunawan)
Forgiving ourselves, ya saya baru menyadari jika hidup ini terasa berat ketika tidak menjadi bijak untuk memaafkan diri sendiri atas apa yang telah kita lakukan di masa lampau. Perasaan bersalah itu terus terbawa dan terkadang menjadi beban, itu yang saya rasakan.. Dan ketika kita memaafkan diri sendiri, tidak perlu waktu lama untuk memberi maaf bagi orang lain yang mungkin tidak berkenan di hati anda entah di amsa lalu atau di masa kini. Lagi- lagi itu membuat saya merasa lebih bebas dan ringan menapaki hidup.
Hidup ini cair, analogi ini membuat saya sadar bahwa hidup itu mengalir tanpa bentuk dan ketika kita mencoba membentuknya menjadi sesuatu, yang kita dapati adalah sebuah rasa lelah dan letih bahkan rasa putus asa. Memaafkan diri sendiri adalah sebuah pilihan bijak yang berarti kita membiarkan hidup mengalir seperti air, alami tanpa wadah dan tanpa batasan.
Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid … …
Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa yang AKU inginkan. (hadits)