Masa kecil bersama ayahku sudah hampir 20 tahun terlewati, selama itu pula kenangan bersamanya aku bawa dalam ingatan.
Dia datang mengambil pagiku di puncak sindoro awal 2002, dan aku melewatkan satu kenangan paling berkesan dalam hidupku, sejak saat itu sampai sekarang.
Dan kau berawal dari sebuah penolakan halus tentang sosok yang menyerupai ayahku dan dia. Saat menatap bola matamu aku merasakan kedamaian sindoro dan ketika menatap punggungmu kutemukan keteduhan ayahku ada disana....
Aku hanya mencintai tiga lelaki Kau, Dia dan Ayahku....