Ku ayun langkah bergegas mengejar bayang punggungmu
Di ujung jalan hujan mulai turun dan semakin deras...
Ranting cemara menelisik hingga relung hati, dinginpun kian menggigit
Jalan setapak ini tak berubah sedari dulu hanya saja onaknya membendung langkahku
Aku belum pernah merasa selelah ini, jantungku berdegup lebih kencang
Dan aku mulai kehilangan bayangmu di ujung jalan....
Tolong jangan tinggalkan aku sendiri aku tak ingin melewatkan malam sendiri lagi.....
Kau yang menatapku dari balik jendela berteriaklah agar petir urung datang
Dan kabut menyingkir dari tatapanku....