Blog EntryInspirasiMay 6, '08 4:33 PM
for everyone

Berada dalam kondisi tidak nyaman sebagai korban kausalitas, membuat saya berpikir akankah seperti ini terus menerus.. Seperti ular yang melingkar terus ke depan hingga memakan ekor sendiri..entah siapa makan siapa...

Merujuk pada situasi pekerjaan yang berada dalam kondisi kritis, saya tidak pernah selesai menemukan solusi. Apa yang ada di depan mata menjadi begitu riuh dengan banyaknya suara- suara yang keluar masuk telinga, dan saya tidak lagi netral.. 

Akibatnya saya tidak lagi peka terhadap suara hati dan pendengaran jiwa, segala kebisingan yang disebabkan oleh tindakan beberapa atau sekelompok orang itu membutakan saya secara lahiriah. Semua itu terjadi bukan tanpa sebab, entah tekanan ekonomi, kepentingan pribadi atau ketidak tahuan..yang jelas saya telah menjadi korban dari segala sebab- akibat itu. Dari postingan Dewi Dee, saya akhirnya menemukan pencerahan seperti berikut ini :

Artinya adalah jika tidak ingin terjebak dalam lingkaran setan, berarti saya harus melakukan sebuah lompatan besar untuk keluar dari lingkaran setan itu. Dan itu berrati kembali lagi menjadi nol dengan mentralisir hati dan pikiran kita ke dalam sebuah ketiadaan..tidak ada aku..tidak ada kamu..tidak ada benar dan tidak ada salah..tidak ada hitam dan tidak ada putih...tidak ada zat tidak ada pula materi.. menyecap rasa tawar secara keseluruhan, kalau memakai istilah Reza Gunawan "secara holistik"...

Kembali ke titik nol juga sempat dialami oleh Armand Gigi, menurutnya setiap manusia haruslah berkesempatan kembali ke titik nol karena di dalamnya terdapat sebuah proses tak ternilai yang bisa membantu untuk melakukan serbuah lompatan besar di masa yang akan datang, tentang arti penting menumbuhkan spirit 'on fire' dalam situasi dan kondisi yang dirasa tidak mudah, dan kembali ke titik nol dalam ketiadaan itulah yang bisa mengembalikan spirit itu...

 

 


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.