= TENTANG RASA =

Blog EntryAbstract Acrylic PaintingJun 30, '08 12:35 PM
for everyone

Moon River 24" by Lindapowellfineart

***

Melukis itu terapi bagi jiwa saya, merasakan debaran yang ganjil saat menorehkan kanvas telah membuat saya mengerti, bahwa kebahagiaan itu sulit di cari padanannya.. melepaskan rasa dalam bentuk lukisan menjadikan saya seorang pecandu yang tidak bisa lepas dari lukisan, Saya menjadi begitu mencintai warna lebih dari cinta saya untuk keluarga. Saya memuja keindahan gambar hingga merasa tidak perlu lagi berkomunikasi dengan orang lain...

***

Saya di serang demam tinggi selama satu minggu, saya tidak bisa menggambarkan seperti apa rasanya.. di kepala saya berkelebat semua peristiwa masa lalu kemudian cepat sekali berubah menjadi masa depan yang seperti menghantui..saya merasa mempunyai beban yang sangat berat, beban yang selama ini saya larikan dengan melukis ternyata masih ada dan langkah saya terasa semakin berat. Dalam keadaan setengah sadar dan sendirian, saya merapikan semua lukisan yang pernah saya buat, satu demi satu saya bungkus rapi dan saya beri label sesuai judulnya persis di bagian depan. Segala peralatan lukis pun saya pack dan saya beri label agar mudah di temukan orang lain suatu saat nanti, terakhir saya tempel sebuah tulisan besar di dinding lemari bertuliskan : "SAYA BERHENTI MELUKIS"


Blog EntryBersemangatlah!!!Jun 16, '08 11:40 AM
for everyone

Tertawalah, maka dunia akan ikut tertawa bersamamu

Jangan bersedih sebab kau akan merasa sendirian

Bersemengatlah!!!


Blog EntrySenyawaJun 2, '08 4:32 PM
for everyone

Berhenti menjejakkan kaki berarti berhenti melangkah

Dan berhenti sama artinya kosong melompong

Kosong adalah tiada sama dengan tidak punya nyawa

Nyawa untuk mendongak menantang langit menengadah

Pada Senja yang membuat melonglong

Mengabadikan dalam satu karya bernama senyawa


Blog EntryNew place new inspirationMay 28, '08 12:45 PM
for everyone

Kemarin malam nemu tempat nongkrong baru, biarpun biasa aja tapi dari tempat ini saya bisa melihat bintang dan bulan juga menunggu matahri pagi sambil lihat burung berkicau. Sebelum saya tempat ini sudah lebih dulu menjadi peruntungan teman kamar sebelah, setiap kali mau mengikuti kontes dia pasti nangkring di sini bahkan pake acara berbaring lho :-)

Sebenarnya dulu juga punya tempat favorit di toproof kantor, tapi sejak temen saya resign saya tidak pernah lagi ke sana apalagi sekarang ruangannya juga di komersilkan..

Nah tempat baru ini juga ngga jauh beda sama toproof itu tadi. . yaitu sama- sama diatas atap persisnya diatas atap tempat tinggal saya lebih tepatnya di samping loteng jemuran bow :-))


Blog EntryIndahnya hidupMay 26, '08 3:07 PM
for everyone

Indahnya hidup..

Menghabiskan malam bersama canda tawa teman sepermainan

Merasakan angin menerpa rok mu ketika menyebrang lampu merah

Menikmati keramaian sendiri dengan cara yang ganjil

Membaca buku kesayanganmu dan tertawa sangat keras

Menikmati cangkir teh berlanjut sacawan anggur

Maka berterima kasihlah untuk akhir pekan yang indah...


Blog EntryJinggaMay 23, '08 4:57 PM
for everyone

Aku ingin menjadi Jingga

Menjingga demi kesenanganku

Memerah dalam gugusan senja

Terpaut cinta aku dan kamu


Blog EntryWarrior storyMay 19, '08 4:42 PM
for everyone

Kalau saja setiap orang bisa memilih garis hidupnya, kalau saja saya bisa membalik waktu dan merubah tabiat buruk menjadi sesuatu yang lebih bernilai..kalau saja musim bisa kita ganti semaunya..entahlah saya menjadi begitu sentimentil saat tahu tidak bisa melakukan apapaun di saat keadaan butuh perbaikan. Ibaratnya saya berada di medan perang bersama sepasukan prajurit dengan beragam karakter dan masing- masing enggan bekerja sama satu sama lain dan berjalan dengan strategi sendiri.Ironisnya saya tidak mampu menyatukan pasukan saya untuk barsama- sama menggempur musuh, posisi saya tidak memungkinkan untuk berada di tengah- tengah, kalau mencoba nekad saya bisa tertembak tepat di ulu hati..

Selagi merasa sedikit lega, saya melakukan sebuah perenungan sebatas apa kemampuan yang saya mililki untuk menghadapi perang ini.. sebuah perang melawan rasa hati dan perasaan yang muncul dari dalam jiwa saya sendiri. Saya pernah mengalami masa di mana semangat juang saya meletup- letup hingga tidak mampu lagi saya kendalikan, saat itu saya merasa hidup 100 tahun pun tidak akan menghabiskan semangat on fire saya. Kemudian perubahan terjadi dan saya berjibaku dengan segala hal hingga akhirnya sadar bahwa semangat itu tidak lagi saya genggam.. ratusan bahkan mungkin ribuan kali saya mencoba membangun lagi dari nol, tapi ternyata saya juga kehilangan "niat", ketika berada di garis batas saya merasa begitu letih dan harus kembali dalam posisi siap sedia tanpa pernah ingin berlari dan itu juga kembali memunculkan rasa pegal di sekujur tubuh saya..

Kalau anda tanyakan apa mau saya, tentu saja saya mau kembali ke masa lalu dan menggengggam semangat on fire itu. Tapi bukan itu intinya, harusnya seorang prajurit seperti saya siap di tempatkan di medan sesulit apapun, bukan?!


Blog EntryMy BirthdayMay 19, '08 4:52 AM
for everyone

Bulan mei selalu istimewa buat saya dan keluarga, ulang tahun saya jatuh di bulan peringatan hari buruh tersebut. Dari tahun ke tahun tidak ada yang luar biasa dalam ulang tahun saya, kalau kebetulan ada di rumah biasanya saya menyempatkan untuk mampir ke swalayan favorit yang juga berulang tahun sama dengan saya, biasanya saya mendapat voucher belanja gratis di situ..

Sejak saya kecil, orang tua saya jarang sekali membuat pesta perayaan ulang tahun semua anggota keluarga. Di lingkungan sekitar rumah saya, perayaan ulang tahun masih diselengarakan dengan adat jawa, waktu itu saya menyebutnya Momongan.Ketika ada anak yang belum baligh merulang tahun maka keluarganya akan membuat nasi beserta lauk pauknya yang di tempatkan di nampan besar bernama tampah dan di alasi daun pisang. Begitu masakan selesai di buat maka teman- teman sebaya sang anak diundang ke rumahnya untuk bersama- sama menyantap hidangan tersebut langsung dari tampahnya. Uniknya di sela- sela makan tersebut ibunya akan mencipratkan air ke kepala kami sembari mengucapkan doa dan harapan bagi anaknya. Dan orang tua saya hampir tidak pernah membuat perayaan serupa, bahkan yang paling sederhana sekalipun seperti yang budhe saya lakukan, yakni membuat satu porsi makanan dan ditaruh di tempat tidur anaknya persis di hari ulang tahunnya.Hingga besar kemudian hari saya tidak menerima satu alasan pasti.. Dan beberapa tahun belakangan ini, ibu saya justru paling getol mengingat- ingat hari lahir kedua anaknya. Meski baru masuk awal bulan beliau sudah mengirimkan pesan- pesan berisi doa panjang umur beserta harapannya.Meski tidak berada di rumah bisa dipastikan beliau akan menggelar syukuran atau pengajian untuk mendoakan kami. Sesuatu hal yang membuat saya merasa kangen untuk pulang dan bertemu mereka di hari jadi saya...


Blog EntrypasrahMay 12, '08 11:13 AM
for everyone

 

Apa yang akan terjadi

Biarlah terjadi

Asal kau beri kekuatan aku menghadapinya

Alloh


Blog EntryInspirasiMay 6, '08 4:33 PM
for everyone

Berada dalam kondisi tidak nyaman sebagai korban kausalitas, membuat saya berpikir akankah seperti ini terus menerus.. Seperti ular yang melingkar terus ke depan hingga memakan ekor sendiri..entah siapa makan siapa...

Merujuk pada situasi pekerjaan yang berada dalam kondisi kritis, saya tidak pernah selesai menemukan solusi. Apa yang ada di depan mata menjadi begitu riuh dengan banyaknya suara- suara yang keluar masuk telinga, dan saya tidak lagi netral.. 

Akibatnya saya tidak lagi peka terhadap suara hati dan pendengaran jiwa, segala kebisingan yang disebabkan oleh tindakan beberapa atau sekelompok orang itu membutakan saya secara lahiriah. Semua itu terjadi bukan tanpa sebab, entah tekanan ekonomi, kepentingan pribadi atau ketidak tahuan..yang jelas saya telah menjadi korban dari segala sebab- akibat itu. Dari postingan Dewi Dee, saya akhirnya menemukan pencerahan seperti berikut ini :

Artinya adalah jika tidak ingin terjebak dalam lingkaran setan, berarti saya harus melakukan sebuah lompatan besar untuk keluar dari lingkaran setan itu. Dan itu berrati kembali lagi menjadi nol dengan mentralisir hati dan pikiran kita ke dalam sebuah ketiadaan..tidak ada aku..tidak ada kamu..tidak ada benar dan tidak ada salah..tidak ada hitam dan tidak ada putih...tidak ada zat tidak ada pula materi.. menyecap rasa tawar secara keseluruhan, kalau memakai istilah Reza Gunawan "secara holistik"...

Kembali ke titik nol juga sempat dialami oleh Armand Gigi, menurutnya setiap manusia haruslah berkesempatan kembali ke titik nol karena di dalamnya terdapat sebuah proses tak ternilai yang bisa membantu untuk melakukan serbuah lompatan besar di masa yang akan datang, tentang arti penting menumbuhkan spirit 'on fire' dalam situasi dan kondisi yang dirasa tidak mudah, dan kembali ke titik nol dalam ketiadaan itulah yang bisa mengembalikan spirit itu...

 

 


Blog Entry3rd ANNIVERSARY ROLLING STONEMay 5, '08 2:38 PM
for everyone

Ngga nyangka bisa dateng juga di Private party nya rolling stone, sedari awal gue ngga ngarep sama sekali..ternyata gue beruntung bisa lihat T.H.E S.I.G.I.T manggung..dan gue jatuh cinta pada pandangan pertama..gila mereka main kereen abiss.. pantas aja kalo nama mereka lebih ngetop di luar negeri ketimbang di Indonesia...

Sempet nunggu aksinya EFEK RUMAH KACA juga sih, tapi ngga nampol ternyata.. jadi gue nungguin aksi penutup dari om Erwin gutawa dan Rockestra nya..dan gue ngga kecewa coz mereka main dengan hebat..crowd nya juga lumayan lah..cuma gue berasa sendiri di tengah keramaian gitu..wakz wakz..ga dapet temen nonton yang enak..jadi ngga poll nih..

Nonton ginian nih yang membuat gue semakin kangen bikin acara musik lagi...waduh duh... kapan yakz...sambil leyeh- leyeh karena pegel gue ngayal juga sih bisa ketemu teman yang asyik trus kita garap program bareng- bareng... idealis nya dapet tapi duitnya juga dapet..klop kan..hwahaha


Blog EntryMenikmati soreMay 1, '08 2:38 PM
for everyone

Menikmatimu Menikmati  Sore

Sore itu di sebuah kafe

Sebuah kafe kecil dengan sofa-sofa empuk dan sinar temaram matahari dari balik jendela-jendelanya

Suara musik jazz mengisi suasana

Matahari sebentar lagi bersembunyi di sisi barat

Perempuan itu duduk di pojok ruang

Tidak terlalu banyak pengunjung di sana

Hanya ada empat meja terisi, termasuk yang diisi perempuan itu, dan mejaku.

Satu meja lagi terisi lima orang muda, dua laki-laki dan tiga perempuan. Tertawa. Quesadilla. French fries. Cappucinno. Menghisap dan melepas asap rokok. Mengepul.

Satu meja lagi ada sepasang kekasih yang sepertinya bahagia.

Musik jazz dengan iringan saksofon dan vokal serak wanita itu masih melantun.

Perempuan yang dari tadi duduk itu terus memandangi dunia di balik jendela yang sedikit berembun.

Sesekali ia menyeruput secangkir teh. Satu-satunya pesanan. Selebihnya hanya ada sebuah buku kecil, pulpen dan kacamata yang sengaja ia letakkan di atas meja.

Sepertinya ia tidak menunggu siapapun

Ia tidak seperti orang-orang yang datang sendiri lalu sibuk memeriksa telepon genggam atau jam tangan mereka. Entah karena memang menunggu seseorang atau hanya ingin tidak terlihat kesepian.

Mereka tidak ingin dicap sebagai orang-orang yang kesepian.

Padahal apa bedanya dengan mereka yang datang beramai-ramai?

Apakah mereka benar-benar merasa tidak kesepian?

Aku sering mendengar orang yang mengeluh kesepian meski berada di keramaian

Namun kamu berbeda

Sepertinya sejak berangkat dari rumah ia memang berencana untuk datang sendiri

Ah, apa yang sedang kamu pikirkan?

Andai saja semua wanita di dunia ini seperti kamu yang tidak merasa gundah meski harus sendiri.

Wanita-wanita lain banyak yang merengek ketika mendapati dirinya harus sendiri.

Sepertinya kamu tidak begitu

Kamu sepertinya menikmati waktumu

Mungkin untuk kamu waktu berjalan sangat lambat, dan kamu meresapi setiap detaknya.

Tak ada tanda tergesa. Tak ada gelisah.

Bisa saja dugaanku ini salah. Bisa saja kamu sedang menghadapi masalah dengan pacarmu, ibumu, bos kamu atau ketiganya.

Sebenarnya aku tidak terlalu ingin tahu.

Menebak-nebak lebih mengasyikkan daripada mengetahui apa yang nyatanya terjadi.

Pasti akan kurang seru kalau aku tahu apa yang ada di hidupmu

Lebih baik seperti ini. Toh, ini sudah cukup menyenangkan, karena entah kenapa aku ikut terhanyut dengan ketenangan kamu.

Ketenangan yang seperti atmosfir sore hari dengan matahari yang akan bersembunyi di sisi barat.

Ketenangan seperti sore yang sedang kamu nikmati dengan segurat senyum.

Tetaplah seperti itu. Jangan biarkan orang lain tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Siapa tahu nanti kita bertemu lagi, atau lebih tepatnya aku akan menikmatimu lagi

Menikmatimu menikmati sore

Kemang, Maret 2008

Posted by nik.e

www.nikenike.worpress.com/category/kata-


Blog EntryForgiving ourselvesMay 1, '08 5:55 AM
for everyone

Forgiveness is our compassionate acceptance of reality, not the approval of how things should be or should not be. It is the gentle and profound surrendering of whatever should be happening in our lives, into accepting the perfection of what is now happening. (Reza Gunawan)

Forgiving ourselves, ya saya baru menyadari jika hidup ini terasa berat ketika tidak menjadi bijak untuk memaafkan diri sendiri atas apa yang telah kita lakukan di masa lampau. Perasaan bersalah itu terus terbawa dan terkadang menjadi beban, itu yang saya rasakan.. Dan ketika kita memaafkan diri sendiri, tidak perlu waktu lama untuk memberi maaf bagi orang lain yang mungkin tidak berkenan di hati anda entah di amsa lalu atau di masa kini. Lagi- lagi itu membuat saya merasa lebih bebas dan ringan menapaki hidup.

Hidup ini cair, analogi ini membuat saya sadar bahwa hidup itu mengalir tanpa bentuk dan ketika kita mencoba membentuknya menjadi sesuatu, yang kita dapati adalah sebuah rasa lelah dan letih bahkan rasa putus asa. Memaafkan diri sendiri adalah sebuah pilihan bijak yang berarti kita membiarkan hidup mengalir seperti air, alami tanpa wadah dan tanpa batasan.

Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid … …

Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa yang AKU inginkan. (hadits)


Blog Entrydaily routineApr 29, '08 3:40 PM
for everyone

Sungguh saya tidak ingin merasa bosan karena mengerjakan hal yang sama setiap hari, rasa bosan sering membuat saya tidak produktif dan tidak berarti apa- apa. Saya bukanlah siapa- siapa dan mungkin tidak memberi warna cerah pada dunia, tapi saya ingin merasa bangga pada diri saya sendiri, melakukan apa yang ingin saya lakukan, mengontrol segala tindakan saya, mengaplikasikan apa yang ada dalam otak saya lalu merasa bebas lepas untuk menikmati hidup.

Menjiwai apa yang kita lakukan ternyata bukanlah perkara mudah, setidaknya saya butuh mencoba berungkali hingga benar merasakannya sendiri. Sesuatu yang logic bagi orang lain bisa jadi bukanlah penalaran kita terhadap satu hal yang sama. Demikian halnya dengan persepsi setiap orang dalam melihat dirinya sendiri, ibarat bercermin dia akan melihat wajah yang sama setiap hari namun tidak pernah merasa bosan.

Akhir pekan lalu, saya dan teman- teman kuliah berkumpul untuk reuni setelah beberapa tahun tidak bertemu. Penilaian mereka pun otomatis berubah penuh keterkejutan, analoginya adalah seperti ketika saya mengunjungi kakek saya waktu kecil setiap tahun dia akan berkata "kamu tambah besar" semenatara ibu saya akan berkata "ngga kok berat badannya turun 2 kg". Dua pandangan berbeda karena rentang waktu..

Benarkah saat ini saya membutuhkan rentang waktu untuk kembali menjadi produktif?!


Blog EntryKesombongan manusiaApr 21, '08 2:42 PM
for everyone
Hari ini aku terhina Hari ini harga diriku tergadaikan Hari ini semngatku kendur sudah Hari ini hatiku terasa bolong Hari ini tak lagi tertolong Telah kulewatkan tahun demi tahun dalam perjuangan Tidakkah kau mengerti.. Sebab materi kau tantang harga diri ku Sebab materi pula kutampar muka mu Sikap ketus itu melarutkan perasaanku

Blog EntryTemanApr 18, '08 3:01 PM
for everyone
Beberapa hari sejak sebulan ini, saya kembali bertemu dengan beberapa sahabat lama. Diantara mereka bahkan ada yang sudah terlupakan dan memang tidak ingin saya ingat- ingat lagi. Sepulang dari Jogja bebarapa bulan lalu saya sudah memutuskan untuk menjalani hidup saya di Jakarta dengan lempeng, entahlah saya selalu terbebani dengan Jogja saat berada di Jakarta. Entahlah, mungkin ini jawaban Alloh atas doa- doa saya atau memang kehendakNya demikian, justru saya merasa begitu lepas ketika tahu bahwa saya selalu ada di hati mereka tapi cuma mungkin caranya berbeda. Saya sendiri tidak terlalu berharap menjadi bagian tak terlupakan dan pertemuan demi pertemuan tak terduga ini justru kembali mengingatkan saya akan kesalahan yang pernah saya lakukan dulu terhadap teman- teman saya.

Blog EntryRescheduleApr 14, '08 5:09 PM
for everyone

Beberapa hari ini saya mulai kelimpungan menyiapkan segala keperluan skripsi, terlalu awal kata ibu saya. Bisa jadi beliau benar sebab nyatanya masih ada satu semester lagi harus diselesaikan, dan saya sudah seperti kehabisan napas padahal belum mulai. Mata kuliah Metode Penenelitian Komunikasi sengaja saya ambil lagi untuk kepentigan penelitian skripsi nanti dan dugaan saya tidak meleset. Dari awal kuliah Dosen nya udah ngebolehin kita mencari bahan awal untuk skripsi jadi pas semester depan udah punya cicilan bab I&II.

Konsultasi juga sih ke wakaprodi soal prosedur skripsi, dan penjelasannya membuat saya makin mantap untuk maju terus dengan Laporan akhir saya. Sebenarnya saya tidak perlu serepot ini karena udah punya tabungan, hanya saja saya butuh adaptasi dengan birokrasi kampus ini dan kemarin sempat cek perpustakaan dan lagi- lagi dugaan saya benar, kampus ini tidak mempunyai referensi perihal topik yang ingin saya angkat. Berarti harus minta bantuan temen- teman di jogja untuk copy beberapa bahan yang saya perlu.

Lagi browsing Asus Eee PC juga nih guna mendukung tulis menulis nanti, maklum kerjaan saya menuntut untuk keliling jadi harus pinter manfaatin waktu macet. Apalagi saya pengen cepet selesai dan memulai tahapan baru lagi, gila udah hampir dua tahun saya berada di tempat yang sama alias tidak berkembang. Mudah- mudahan diberi kemudahan rejeki untuk dapetin si mungil ini yah, kemarin ada anak magang  sempat nawarin cicilan dan layak juga dipertimbangkan, ups tapi ibu kayaknya bisa lebih membantu nih :)

Jam 4 pagi masih di kantor nemenin produser pagi nyiapin bahan untuk besok, kerjaan sih udah selesai dari jam 11 tadi tapi gara- gara insomnia saya tambah akut jadi malas pulang ke kos yang sepi itu. Kebetulan lagi kehabisan bahan buat gambar kemarin abis selesain satu lukisan 50 X 60 dan ternyata menghabiskan persediaaan acrylic untuk satu minggu..sabar sabar..

Hmm..wish me luck, guys!!!


Blog EntryProsesApr 14, '08 11:27 AM
for everyone

Ada proses pendewasaan dalam diri manusia hingga mencapai sebuah 'kepuasan" hidup. Seperti saya misalnya, selalu berharap bisa tinggal di kota terpencil dan menikmati hidup dengan kesederhanaan, atau yang terjadi pada teman saya sebut saja D, yang mempunyai cita- cita menjadi ibu rumah tangga yang baik dan rela meninggalkan hasil jerih payahnya bertahun- tahun sebagai wanita karier.

Obrolan saya dengan Senior Producer salah satu tv swasta juga tidak jauh dari topik diatas. Sebagai Senior Producer, teman saya ini merasa kebebasannya telah di pasung. Demi mengejar deadline dan demi memuaskan pemirsa di rumah, dia meninggalkan kehidupannya sebagai wanita normal.

Gini lho, kami yang bekerja di media terutama Televisi sering mengatas nama kan diri kami "pelacur". Demi Rating demi kepuasan penonton kami rela menggadaikan waktu jauh dari pergaulan dan jauh dari keluarga. Untuk tayangan 30 menit pada jam 10.00 wib, kami harus membuka mata sejak jam 11 malam dan memulai kesibukan di saat orang normal tertidur pulas sekitar jam 00.00 hingga 07.00 wib. Bagi saya yang maish lajang mungkin tidak terlalu masalah tapi bagi beberapa rekan yang sudah berkeluarga tentulah bukan hal yang mudah ketika harus berinteraksi dengan anggota keluarga nya di jam- jam normal. Belum lagi tekanan dari atasan dan masyarakat, pekerjaan  kami berpijak pada kedua hal itu.

Sebagai Senior Producer sebuah stasiun tv terkemuka di Indonesia, teman saya itu membandingkan nasibnya dengan seorang penjual kipas khas bali. Sang pedagang yang tidak lulus kuliah dan megawali karier sebagai SPG, mempunyai jam kerja teratur 8 pagi sd 3 sore (= teman saya s1 dan mempunyai pengalaman kerja yang tidak terhitung). Ketika tidak bekerja dia mengurus suami dan anaknya sembari bersantai di rumahnya di kawasan strategis di Bali, sebuah rumah lebih dari sederhana lengkap dengan kolam renang hasil dari berjualan kipas(= jam 4 subuh teamn saya masih harus motong gambar dan memastikan tayangan besok aman). Setiap tahun dia bisa berlibur ke belahan dunia manapun yang dia inginkan bersama keluarga (= teman saya hanya bisa keliling indonesia).

bersambung-----------


Blog EntryALONEApr 11, '08 1:28 PM
for everyone

Inilah hidup yang harus saya tapaki, sendiri merunut garis panjang kehidupan yang seolah tak bertepi. Dalam perjumpaan yang terkadang membuahkan rasa jenuh dan penat, seringkali saya berhenti meniti lalu mengurai kisah panjang sebelum berada di sini. Bukan kembali ke masa lalu tapi menghargai apa yang telah saya lalui kala itu kemudian mengkalkulasinya kembali, dari situ saya bisa melihat berapa untung dan rugi yang mungkin saya dapat. Seperti halnya pedagang, saya mencoba berjibaku dengan pedagang kios sebelah yang mungkin saja tengah merunut nasib seperti saya.


Blog EntrymemoriesApr 8, '08 3:19 PM
for everyone

Sedikit menoleh ke belakang tidak akan membuat tengkuk anda sakit, sama hal nya ketika anda menengok siapa anda lima tahun kemarin. Lalu kita bandingkan dengan situasi kita saat ini. Dari hasil coba- coba, saya mendapat haisl seperti berikut ini :

Apa yang anda lakukan lima tahun lalu?

-Kuliah dan menjadi mahasiswa,tinggal di yogyakarta

Apa yang anda lakukan sekarang?

-Bekerja di sebuah stasiun TV as  a Reporter

Apa cita- cita anda lima tahun lalu?

-Lulus kuliah dan langsung dapet gawe di media

Apa yang anda cita- citakan sekarang?

-Hidup nyaman,kerjaan mapan,tinggal di kota terpencil

Lima tahun ke depan anda akan seperti apa?

-Who body knows

wah kalau diteruskan kapan habisnya yah..ternyata hidup itu terus berjalan, cepat atau lambat roda hidup pasti berputar, kalau gitu ikuti saja arahnya tapi jangan sampai masuk jeruji dan berdarah- darah bisa- bisa kita tidak bisa berjalan dan hanya mengandalkan putarannya saja.


Pages:1234567
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.